Tubing Di Kali Klawing

Di kali Klawing yg kami kunjungi itu ada banyak orang yang mengumpulkan batu-batu dan pasir. Orang tinggal ambil dan mengumpulkan pada suatu tumpukan. Pasir harus diambil di dasar sungai dengan menggunakan sekop dan saringan pasir. Setelah terkumpul kemudian ada truk yang mengambil batu atau pasir.

Pasir yang bagus biasanya diambil dari dasar sungai yang ada di tengah-tengah. Di sini tidak menggunkan perahu kayu seperti di sungai Serayu, tetapi menggunakan perahu ban.

Perahu ban yang digunakan besar sekali. Perahu ini menggunakan ban dalam bekas traktor yang dipompa penuh. Di tengah-tengahnya dipasang papan untuk membawa pasir. Selanjutnya perahu ini dibawa ke tengah sungai untuk dimuati pasir.

Waktu ini kami tadinya hanya bermain di tepian sungai. Kemudian ternyata ada ibu-ibu yang akan menyeberang sungai. Karena jembatan gantung rusak maka mereka menyeberang dengan menggunakan perahu ban ini. Jadi ibu-ibu tersebut naik ke perahu ban itu. Kemudian ditarik orang untuk menyeberang sungai. Sungainya cukup lebar sekitar 30 meter lebih.

Setelah sampai di seberang sini, perahu ban disandarkan oleh bapak ditanya untuk dipinjam sebentar. Ternyata kami diperbolehkan menggunakan perahu ban itu asalkan hati-hati.

Kami sebenarnya bermain air ini tidak terencanakan jadi kami tidak membawa baju ganti. Akhirnya bapak saja yang melepas celana panjang. Kami semua hanya naik di atas perahu dan kemudian ditarik ke tengah menyeberangi sungai.

Siap ditarik ke tengah.

Siap ditarik ke tengah.


Di tengah-tengah sungai klawing.

Di tengah-tengah sungai klawing.

Sungainya tidak dalam sekali, tetapi ada yang sampai sepinggang juga. Kadang di tengah ada yang alirannya deras, jadi bapak harus menarik kuat supaya tidak hanyut.

Sewaktu di tengah-tengah sungai, tiba-tiba bapak teriak dan mengangkat tangan. Kami semua ikut teriak takut lepas terbawa arus sungai. Ternyata kemudian perahunya berhenti karena talinya sudah diikat ke batu besar. Tapi takut juga lho kami di situ.

Akhirnya setelah puas, kami menyeberang kembali. Sampai hampir tepi, bapak tidak mau menarik sampai tanah, jadi kami terpaksa harus loncat ke air. untung sih tidak dalam jadi tidak basah. tapi setelah perahu kosong, perahunya malah ditarik lagi oleh bapak.

Ibu yang lama menunggu akhirnya mengajak segera pulang. Pokoknya senang juga bermain di sana.

Ini lho tukang perahunya....

Ini lho tukang perahunya….


Pulang kembali ke rumah Blater.

Pulang kembali ke rumah Blater.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s