Hiking di Bukit Turgo – Bagian 2

Sambungan dari Bagian 1.

Perjalanan menyusuri lereng gunung Merapi dari arah Turgo ini terus berlanjut. Jalannya semakin sempit dan naik. Semua harus berhati-hati dan tidak boleh bersenda gurau. Kalau sampai terpeleset dapat terjadi kecelakaan jatuh ke jurang kali Boyong.

Pemandangan gunung Merapi pagi itu cukup indah. Puncak gunung terlihat gagah dengan tumpukan material hasil letusan sebelumnya. Material ini hanya berupa pasir dan bebatuan yang bisa jadi lahar dingin kalau terkena hujan.

Kalau di bukit Turgo sih masih banyak pepohonan sehingga masih tetap rindang dan hijau. Semak-semak juga masih lebat. Rerumputan juga tebal walaupun sering diambil orang setempat.

Pemandangan gunung Merapi yang indah

Pemandangan gunung Merapi yang indah



Ikhwan dan Rafi beristirahat kecapekan.

Ikhwan dan Rafi beristirahat kecapekan.


Mas Awang dan Firman sangat bergembira

Mas Awang dan Firman sangat bergembira


Mbak Ninna dengan kerudung merahnya.

Mbak Ninna dengan kerudung merahnya.


Jalan yang dilewati kami ternyata juga ada sumber mata air. Sumber mata air ini dinamakan tuk lanang dan tuk wadon. Airnya diambilkan untuk penduduk di kawasan Turgo. Air dialirkan dengan menggunakan selang dan pipa ke bawah.

Di dekat kawasan mata air ini ternyata juga merupakan kawasan hunian katak. Hal ini ada dari informasi di poster yang dipasang di dekat situ. Saat itu sih kami bolak-balik menyusuri tanah tidak menemukan satu katak pun yang ada di situ.

Kami terus berjalan sampai akhirnya malah jalan seperti buntu. Mungkin karena tidak banyak orang yang menyusuri jalan ini, sehingga jalan setapak menjadi hilang tertutup rumput. Akhirnya diputuskan kami berhenti saja di situ. Kami beristirahat minum dan makan bekal perjalanan yang sudah disiapkan ibu.

Jalan setapk makin lama hilang tidak terliaht lagi

Jalan setapk makin lama hilang tidak terliaht lagi


Beristirahat menikmati bekal perjalanan

Beristirahat menikmati bekal perjalanan


Perjalanan pulang turun kembali ke bawah.

Perjalanan pulang turun kembali ke bawah.


Tanaman Edelweis di tepi jalan.

Tanaman Edelweis di tepi jalan.


Dari sini, akhirnya kami kembali menyusuri jalan pulang menuju rumah juru kunci lagi. Perjalanan pulang ternyata jauh lebih cepat daripada saat mendaki. Beberapa kali kami berjumpa dengan orang yang sedang mencari rumput.

Akhirnya sampai juga kami di bawah. Lumayan capai dan berkeringat juga perjalanan waktu itu. Sungguh senang hiking seperti ini.

Iklan

One comment on “Hiking di Bukit Turgo – Bagian 2

  1. Ping-balik: Hiking di Bukit Turgo – Bagian 1 | Nurfajrian's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s