Panen Caberawit di Kebun Sendiri

Di televisi banyak diberitakan ibu-ibu ribut gara-gara harga cabe naik tinggi sekali. Di rumah sih kayaknya gak begitu terasa karena yang suka makan pedas cuma bapak, lainnya biasa-biasa saja.

Tetapi soal cabe ini, kami sih tidak harus beli ke pasar. Kami itu punya kebun di dekat gunung Merapi. Kebunnya itu ditanami dengan beberapa macam sayuran, salah satunya adalah cabe dan cabe rawit. Jadi pas harga cabe mahal, kami masih dapat makan sambal pakai cabe yang dipetik dari kebun sendiri.

Hayo siapa mau ikut panen cabe ?? Asyikkk lho….

Panen caberawit di kebun Balong

Panen caberawit di kebun Balong


Baca lebih lanjut

Iklan

Ultahku Bersama Keluarga

Tanggal 19 Maret 2013 ini aku ulang tahun yang ke-12. Sudah beberapa kalai aku ulang tahun hanya berkumpul di rumah dengan Ibu dan mba Ninna saja tanpa Bapak. Bapak itu masih di Malaysia.

Hari itu saya berangkat sekolah seperti biasa. Pagi dapat ucapan dari Ibu, mbak Ninna dan mbak Hana. Ternyata pagi-pagi Bapak juga telpon dari Malaysia. Senang juga sih dapat ucapan selamat. Sorenya kata Ibu mau diajak makan di luar.

Pulang sekolah aku tidak ikut diantar oleh sekolahan, tetapi ternyata sudah dijemput Ibu bertiga. Ternyata waktu itu diajak ke bandara mau jemput teman Ibu dulu. Sampai parkiran bandara, kami bertiga disuruh nunggu saja di parkiran. Jadi hanya ibu saja yang turun, katanya biar cepat. Saking capeknya waktu itu aku malah tidur di mobil nunggu lama.

Kemudian terkejut aku waktu tiba-tiba dibangunkan di mobil itu, ternyata ada Bapak. Ya ampun…. jadi ini pergi ke bandara ini untuk menjemput Bapak. Padahal tadi pagi waktu telpon bapak bilang masih di Malaysia. Jadi senang banget nih bisa ultah, kami dapat kumpul semua.

Sama bapak.

Sama bapak.


Baca lebih lanjut

Pohon Apokatku Akhirnya Ditebang

Di depan rumah terdapat dua pohon besar yaitu pohon mangga dan pohon apokat. Sebenarnya dengan adanya dua pohon itu rumah jadi teduh dan tidak terasa panas. Namun juga bikin repot. Kakakku jadi ikutan repot, dia yang kebagian tugas menyapu halaman dan jalan depan rumah dari daun-daun kedua pohon itu yang rontok. Tugas menyapu ini harus dilakukan pada pagi dan sore hari. Kalau tidak halaman akan terlihat kotor sekali.

Kalau sedang ada angin kencang atau pas turun hujan, maka daun-daun yang rontok juga tambah banyak. Khususnya pohon apokat yang daunnya kecil-kecil. Kalau sudah jatuh dan terbawa angin, maka sampah ini juga ikut sampai terbawa ke tempat tetangga. Jadi ikut merepotkan orang lain.

Meskipun pohon apokat ini buahnya cukup besar, tetapi kami belum pernah panen banyak. Pernah beberapa kali berbuah tapi belum sampai berbuah sangat banyak. Pohon ini asalnya dari bibit biji yang berasal dari rumah eyang. Di sana pohon apokatnya kalau berbuah sangat banyak dan buahnya juga besar-besar.

Lama-lama pohon apokat di depan rumah ini tinggi sekali. Memang sih sering dipangkas. Tetapi karena sering diprotes tetangga, akhirnya pohon ini terpaksa harus ditebang. Sebenarnya sayang juga sih. Soalnya kami serumah suka sekali makan apokat. Coba kalau pohonnya berbuah, kan tidak perlu beli apokat. Harga buah apokat per kilonya kan mahal.

Pohon sudah dipangkas

Pohon sudah dipangkas


Baca lebih lanjut

Pesawat Wow Tidak Boleh Koprol

Waktu mengantar bapak kemarin pergi  ke Malaysia, saya ikut sampai di bandara. Setelah mengantar masuk ke bagian dalam, bersama ibu masuk ke bagian anjungan di bandara Adisucipto.

Dari sini kami bisa melihat pesawat-pesawat yang mendarat dan terbang lagi di bandara. Kemudian saat pesawat Airasia yang akan digunakan bapak mendarat, kami pun berpandangan. Ternyata di badan pesawat itu terpampang tulisan WOW gede banget.  Kami tertawa bareng-bareng….

Soalnya kan kalau mau bilang Wow itu katanya harus sambil koprol. Tapi kalau pesawatnya yang Wow, tentunya tidak boleh koprol dong. nanti penumpangnya pusing semua.

Airasia wow di bandara Adisucipto Yogyakarta

Airasia wow di bandara Adisucipto Yogyakarta


Baca lebih lanjut

Piman – Raja Durian dari Kalasan

Aku punya sepupu namanya Firman tapi dipanggilnya Piman. Ikutan kayak yang di film kartun P-man.

Dia puteranya pakdhe Harto dan budhe Ima, tinggalnya di Kalasan. Kami ya sering ketemu kalau pergi ke sana atau mereka ke rumahku. Sering juga pergi makan.

Baru aku tahu kalau Piman ini ternyata suka durian. Wah bakalan aku dapat saingan nih.

Pokoknya dia sudah jadi raja durian. Tidak percaya tengok saja foto-foto berikut ini….

Piman bakul durian dadakan.

Piman bakul durian dadakan.


Baca lebih lanjut

Nyekar di Makam Eyang Uti

Eyang utiku baru saja meninggal tahun lalu, tepatnya tanggal 30 Desember tahun 2011. Beliau memang sudah sakit agak lama.  Nama lengkap eyang adalah Eyang Artina Sudhardi Patria.

Meninggalnya pada hari Jumat pagi hari. Jadi mudah-mudahan termasuk yang dapat masuk surga. Amin. Eyang uti dimakamkan di makam LPP di daerah Sambisari, di dekat candi Sambisari. Makam eyang bersebelahan dengan makam eyang kakung.

Pada waktu  dimakamkan, bapak masih belum sampai di Yogya. Jadi setelah bapak sampai, aku ikut mengantar bapak ke makam. Di sana kami mendoakan beliau berdua.

Ini bacaan doanya :

Allahhummagh firlahum warhamhum wa’aafihim wa’fu anhum.
Allahumma laa tahrimnaa ajrahum walaa taftinna ba’dahum waghfirlanaa walahum.
Amin.

Di depan makam eyang uti yang masih banyak bunganya....

Di depan makam eyang uti yang masih banyak bunganya....


Baca lebih lanjut

Belajar Naik Motor

Sewaktu bapak pulang kemarin, beberapa kali melatih mbak Ninna naik motor. Tentu saja bukan motornya bapak yang megapro itu tapi pakai motor bebek vega yang biasa dipakai ibu. Jadi kalau pagi, mbak Ninna berangkat sekolah dengan diantar bapak naik motor itu sambil belajar mengendarai motor. Kalau aku sih berangkat dan pulangnya ikut jemputan dari sekolahan.

Mbak Ninna memang sudah sma jadi sudah besar badannya. Kalau pakai motor ibu, mbak Ninna sudah bisa menyangga motor pakai kakinya. Kalau aku belum bisa. Tapi melihat mbak Ninna sepertinya sudah bisa aku ingin juga mencoba.

Kalau mbak Ninna dilatih bapak sepertinya hampir tiap hari, pagi dan siang sewaktu pergi atau pulang dari sekolahan. Sekarang sepertinya sudah bisa sendiri. Aku tentu saja belum bisa.

Tapi kemarin beberapa kali diajak bapak pergi keluar. Sewaktu pergi dengan motor ibu, aku minta diajari juga. Ternyata juga bisa lho walaupun belum lancar. Aku yang penting sudah bisa membawa motor di jalan kecil dan sepi dengan bapak membonceng di belakang. Untuk menarik gas dan mengerem supaya berhenti juga sudah bisa. Walaupun bapak ribut terus mengajari supaya jalan, supaya berhenti, supaya minggir dan lain-lain.

Kalau ini waktu aku masih kecil, jadi cuma aksi saja....

Kalau ini waktu aku masih kecil, jadi cuma aksi saja....

Baca lebih lanjut

Kumpul Keluarga di Kamdanen

Sehabis sholat Idul Fitri di STIM YKPN, kami selanjutnya pulang ke rumah om Hendro di Kamdanen. Jaraknya sebenarnya tidak jauh paling sekitar 1,5 kilometer. Kami naik mobil wong beramai-ramai kemarin.

Di rumah kami segera sungkem sama eyang. Eyang yang sakit jadi di tempat tidur saja. Kami salaman satu per satu. Setelah itu baru salaman dengan bapak dan ibu. Salaman dengan om dan tante. Salaman dengan mbak Ninna, Ninda dan Rafi.

Foto bersama keluarga dan eyang.

Foto bersama keluarga dan eyang.


Baca lebih lanjut

Lebaran di Yogyakarta

Lebaran tahun ini tidak seperti biasanya, keluarga kami berkumpul di Yogya. Biasanya sih di Purbalingga. Kami juga tidak berkumpul di rumah sendiri, tetapi di rumah om Hendro / tante Dian karena eyang ada di sana. Eyang masih dalam kondisi sakit jadi tidak bisa kemana-mana.

Malamnya di sana kami kumpul cerita apa saja. Acara yang paling meriah adalah menyalakan petasan dan kembang api. Jadi begitu selesai buka puasa terakhir langsung pesta kembang api. Oh ya… aku puasanya bisa penuh lho. Alhamdulillah….

Terus paginya kami melaksanakan sholat Idul Fitri di halaman STIM YKPN yang di depan hotel Hyatt, jalan Palagan. Waktu itu masih ada sebagian yang masih berpuasa, tetapi kami ikut yang berlebaran lebih awal.

Sholat di sini enak. Di halaman yang ada conbloknya jadi tidak perlu pakai alas koran, cukup pakai sajadah saja. Dijamin tidah basah karena biasanya kalau di rumput lapangan sering basah oleh air embun. Di halaman ini juga tidak panas karena matahari tertutup gedung yang tinggi.

Suasana sholat idulfitri di STIM YKPN

Suasana sholat idulfitri di STIM YKPN


Baca lebih lanjut

Puasa Paling Asyik Waktu Menyiram Kebun

Selama bulan ramadhan, kita semua diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa. Aku juga sudah dua tahun ini dapat puasa penuh, jadi puasa tahun ini juga harus penuh lagi. Puasa itu berarti harus menahan makan dan minum sejak sahur sampai berbuka di saat magrib, serta juga tidak melakukan hal-hal yang dilarang lainnya.

Kalau siang hari, rasanya kadang berat sekali untuk tetap melaksanakan puasa itu. Tapi memang itu harus dijalankan sampai berbuka nanti. Apalagi kalau setelah pulang sekolah. Kalau di sekolah sih kadang tidak terasa karena banyak teman-teman yang berpuasa juga. Di rumah sewaktu berpuasa ini paling hanya tiduran menonton televisi atau membuka komputer. Sama Ibu sih sebenarnya paling sering disuruh tidur siang saja.

Kalau sore hari, kadang ibu sedang memasak di dapur. Bau masakan kadang sangat enak sekali tercium sampai depan. Aku kadang juga jadi ikutan pergi ke dapur, sekedar membantu Ibu atau hanya melihat-lihat saja. Yang penting bisa melihat masakan yang sedang dibuat dan mencium bau masakannya.

Ada satu kegiatan yang paling mengasyikan lainnya saat berpuasa. Puasa kan dilakukan siang hari dan biasanya cukup panas. Ternyata ada cara untuk membuat badan jadi sejuk. Selain mandi, ternyata ada acara yang juga bisa aku lakukan yang bermanfaat. Acara ini yaitu menyiram tanaman di kebun.

Menyirami pot biar tetap hijau.

Menyirami pot biar tetap hijau.


Baca lebih lanjut