Membantu Ibu Membuat Kue Nastar

Lebaran biasanya dipenuhi hidangan dan makanan ringan. Salah satunya adalah roti-roti yang disebut dengan nama kue nastar. Ibu biasanya membeli kue-kue aneka rupa untuk dihidangkan di meja tamu, kadang juga untuk dibagikan ke saudara dan kerabat. Tetapi kadang juga membuat kue-kue lebaran sendiri.

Kue nastar ini termasuk sering yang dibuat oleh ibu. Lebaran kali ini aku juga membantu ibu membuat kue nastar ini. Kue nastar mudah membuatnya.

Bahan-bahan yang digunakan adalah tepung, gula, telur, susu dan keju. Peralatan yang diperlukan adalah mixer atau mesin pengaduk, oven, panci, pisau, baki, timbangan kue dan alat-alat lain.

Cara membuatnya adalah dengan mengaduk kuning telur pada panci dengan menggunakan mixer supaya rata. Selanjutnya ditambahkan tepung dan gula sesuai takaran kemudian terus diaduk lagi. Kadang juga ditambahkan susu. Pengadukan dilakukan dengan tangan karena sudah tidak bisa lagi dengan mixer.

Adonan kue tadi selanjutnya diambil secukupnya dan digulung memanjang. Setelah itu dipotong kecil-kecil dan diletakkan di atas baki seng secara rapi.

Pertama kali adonan, dibuat rol kecil memanjang

Pertama kali adonan, dibuat rol kecil memanjang


Baca lebih lanjut

Iklan

Buah Matoa yang Unik

Waktu pulang sekolah kemarin, di meja makan aku temui sekeranjang buah yang unik. Soalnya ya memang baru pertama kali aku lihat buah itu. Buah itu dibawa oleh bapak dari Kebun Percobaan milik UGM di daerah Kalasan. Katanya di sana sedang panen buah ini cukup banyak.

Buah matoa

Buah matoa


Buah itu ternyata adalah buah matoa. Buah ini kata mbak Ninna adalah buah asli Indonesia. Buah ini asalnya dari pulau Papua. Jadi pohon itu asalnya dari sana kemudian banyak ditanam di tempat lain. Termasuk juga ditanam di Yogya ini.

Buah matoa berbentuk bulat lonjong. Di keranjang itu warnanya beraneka macam, ada yang hijau, kuning, oranye dan merah. Sebenarnya yang sudah matang betul itu kalau yang merah. Tapi semua buah itu memang sudah bisa dimakan walaupun masih hijau.

Rasanya juga cukup enak, manis dan berair gitu. Mirip buah leci tapi tidak masam. Mirip rambutan tapi dagingnya tipis. Biji buahnya besar banget kayak durian.

Cara mengupasnya juga mudah, tidak perlu pakai pisau. Cukup ditekan kuat-kuat maka kulit buah yang keras dan tipis itu akan pecah. Daging buahnya dapat langsung keluar dan dimakan terlepas dari bijinya.

Baca lebih lanjut

Panen Mangga Manalagi

Menjelang akhir musim kemarau tahun lalu, pohon mangga di depan rumah berbuah kembali. Sebelumnya pohon sudah berbunga tetapi tidak jadi karena banyak yang rontok. Akhirnya memang dapat berbuah tetapi sudah tidak banyak kayak yang dulu-dulu lagi. Mungkin juga pohonnya sudah tua. Kata ibu, pohon mangga itu sama umurnya dengan kakakku.

Buah mangga ini dari jenis mangga manalagi. Ada yang bilang juga itu mangga madu. Kalau aku sih tidak peduli yang penting kalau dapat mangga matang, pasti enak. Mangga yang keluar juga tidak rata di seluruh bagian. Kali ini hanya pada bagian sebelah barat saja. Saking lebatnya sampai dahannya harus diganjal bambu.

Saat masih berbunga, yang rontok juga banyak. Kemudian sewaktu sudah berganti mangga pentil, juga banyak yang rontok kembali. Namun ternyata tetap banyak juga yang tetap menjadi buah mangga berukuran besar. Karena cukup banyak, sebagian buah mangga ini dipetik dahulu. Buah mangga yang masih mentah ini dijadikan acar mangga.

Setelah beberapa waktu akhirnya ada yang matang juga. Buah mangga ini dipetik sekalian karena pohonnya tinggi. Naik pakai tangga kemudian dibantu menggunakan galah bambu. Beberapa mangga malahan sudah masak di pohon. Mangga yang seperti ini dijamin pasti manisnya.

mangga manalagi

mangga manalagi


Baca lebih lanjut

Membantu Bapak Memasak Kepiting

Kepiting ? Wow… orang serumah suka kepiting semua. Bukan suka dicapit kepiting tapi suka makan kepiting.

Biasanya kami makan kepiting itu ya di rumah atau kalau makan di luar kalau pergi ke pantai. Memang tidak selalu sih jadinya. Mungkin karena harganya kan relatif mahal. Kalau makan di pantai, yang pernah itu di pantai Depok, pantai Baronm, pantai Ngrenehan atau pernah juga di Cilacap. Senang juga sih pergi ke sana sambil rekreasi.

Kalau makan di rumah itu kepiting beli di dekat bank BRI dekat kantornya bapak. Jadi beli di situ berapa ekor. Kepitingnya masih hidup tapi diikat dengan tangkai daun pisang. Jadi kepitingnya tidak bisa bergerak dan juga tidak bisa menggigit. Kelihatan masih hidup itu soalnya matanya yang mirip antena kecil itu bergerak-gerak.

Samapi di rumah, kepiting ini langsung siap dimasak. Tidak boleh lama-lama, takut mati nanti. Tapi kata bapak sih karena biar dagingnya tidak mengecil. Betul atau tidak ya gak tahu. Cara pengolahan kepiting ini adalah dibersihkan dulu. Jadi kepiting ini dimandikan dulu, supaya bersih dari lumpur. Kalau kepitingnya ini terkena air, terus mereka seperti aktif kembali, matanya bergerak-gerak terus kadang timbul gelembung udara juga. Tapi ikatannya tetap dijaga jangan sampai lepas.

Kepiting yang akan dimasak

Kepiting yang akan dimasak


Baca lebih lanjut

Ikan Bawal Paling Enak Sedunia

Pernah makan ikan yang paling enak belum ? Kalau aku makan ikan paling enak itu beberapa waktu dulu, bukan karena masakannya yang enak sekali atau bukan karena makan di restauran yang mahal. Makan ikan ini karena hasil tangkapan sendiri.

Jadi ceritanya begini. Sekolahanku yakni SDIT Nurul Islam atau SD alam ini terletak di sebelah sungai. Kali Bedhog namanya. Airnya cukup deras. Di sungai ini biasanya sering untuk latihan outbond juga oleh kami. Sungai ini dimanfaatkan juga untuk beternak ikan. Tapi bukan terus ikannya dilepaskan begitu saja. Jadi ikannya dipelihara dengan dimasukkan di dalam keramba.

Keramba itu adalah seperti kolam ikan. Tapi yang ini berbentuk kotak dan terbuat dari bambu yang rapat. Jadi ikan yang dipelihara di situ tidak dapat keluar. Keramba ini diletakkan di dalam sungai supaya selalu terkena air yang emngalir.

Di dalam keramba ini dipelihara ikan, salah satunya adalah jenis ikan bawal. Dulu benih ikan dimasukkan ke dalamnya. Lama kelamaan ikan akan menjadi besar. Ikan bawal ini termasuk ikan yang dapat cepat tumbuh besar.

Setelah beberapa waktu, saat ikannya sudah cukup besar, keramba dibuka dan ikan-ikannya diambil. Cukup menarik juga lho mengambili ikan dari sana. Murid-murid ikut senang karena kebagian mendapatkan ikan hasil panenan.

Aku termasuk mendapatkan seekor ikan bawal ini. Ikan ini aku masukkan ke dalam plastik dan niatnya mau dipelihara di rumah. Aku ingat di rumah ada akuarium. Tapi sampai rumah akuariumnya kata ibu bocor, jadi ikan ini sementara ditaruh di ember besar berisi air bersih.

Ikan patin tangkapan dipelihara di ember

Ikan patin tangkapan dipelihara di ember


Baca lebih lanjut

Pesta Balungan Sapi

Cerita ini sebenarnya sudah lama, soal Idul Adha atau hari raya kurban. Seperti halnya waktu potong kurban pada Idul Adha tahun 2012 kemarin, di masjid komplek rumah kami juga diselenggarakan pemotongan hewan kurban.

Setelah selesai acara penyembelihan hewan kurban. Tiap-tiap keluarga kebagian. Di tempat kami kebagian banyak karena dapat dari bagian shahibul kurban serta dapat pembagian lain. Karena banyak, oleh ibu dimasak macam-macam dan ada yang disimpan di kulkas untuk dimasak lain kali.

Kemarin selain dapat bagian daging, ternyata dapat bagian tulang juga. Ternyata bagian ini yang disebut balungan ini jadi lucu juga. Lha dapat balungan ukurannya besar banget. Masih ada sih daging yang menempel di sana. Pada tulang yang besar itu juga ada sumsum yang terletak di tengah itu. Akhirnya balungan ini oleh ibu dimasak sop gak pakai sayur atau isi apa-apa lainnya. Jadi cuma balungan saja sama kuah. Ternyata untuk masak balungan ini harus lama supaya dapat matang.

Setelah matang, akhirnya ya dimakan. Tidak perlu pakai nasi kayaknya juga enak. Siapa mau ikutan ?

makan balungan sapi

makan balungan sapi


Baca lebih lanjut

Cara Unik Mengupas Mangga

Kalau sudah musim buah mangga, di rumah hampir selalu ada mangga. Entah itu buah mangga hasil memetik sendiri pohon di depan atau mangga hasil beli. Di rumah sering beli buah mangga karena kadang harganya murah. Kadang juga dapat kiriman buah mangga dari saudara.

Makan mangga itu berbeda dengan makan buah jambu atau jeruk. Makan buah jambu tinggal cuci langsung bisa dimakan. Makan jeruk bisa dilakukan setelah buah dikupas dulu. Mengupas buah jeruk cukup dengan tangan. Tapi kalau buah mangga memang bisa dimakan setelah dikupas dulu. Pengupasan buah mangga ini harus dengan pisau tidak bisa dengan hanya tangan. Setlah dikupas, baru daging buah diiris-iris dan siap dimakan.

Mengupas buah mangga memang paling enak kalau dengan pisau yang tajam. Waktu kecil aku tentunya tidak boleh mengupas mangga dengan pisau sendiri. Jadinya ibu yang biasanya mengupas dan aku tinggal makan. Kadang-kadang kalau sedang kepingin tapi tidak ada ibu, harus menunggu orang lain juga yang mengupas nanti tinggal minta. Kalau sudah kepengin makan sendiri takut teriris pisau.

Setelah beberapa waktu, aku diajari cara makan buah mangga dengan lebih praktis. Memang tetap harus menggunakan pisau tapi tidak harus mengupas kulit mangga sampai bersih. Caranya berbeda dan sedikit unik karena memang mangga tidak dikupas.

Jadi buah mangga diiris tebal sesuai arah buahnya, dari atas ke bawah. Kadang harus dicari juga yang bagian pipih supaya dagingnya terpotong tetap tebal. Cara memotongnya juga jangan terlalu tebal nanti akan ikut terkena bagian bijinya. Jadi dengan cara ini bisa diperoleh dua potongan buah mangga yang masih ada kulitnya.

Setelah itu bagian daging mangga diiris-iris dengan ujung pisau dengan ukuran terserah kita. Pengirisan jangan sampai menembus kulit buah mangganya yang penting bisa mengiris. Setelah diiris membentuk kotak maka dari kedua tepi ini dipegang dan seperti dibalik. Akibatnya bagian daging buah tadi terbelah kotak-kotak dan ini bisa langsung dimakan dengan mulut.

Mengupas buah mangga dengan mudah

Mengupas buah mangga dengan mudah


Baca lebih lanjut

Mangga Apel yang Mirip Apel

Kalau melihat tempat penjual buah mangga waktu sedang musim, menarik sekali. Buah mangga yang ditumpuk secara rapi ini terlihat berbagai ukuran dan warna tergantung dari jenisnya. Memang buah mangga ini tersedia dalam banyak jenis seperti mangga manalagi, mangga harumanis, mangga cengir, mangga golek, dan lain-lain. Namun ternyata ada satu yang tampak unik di antara jenis buah mangga ini.

Buah mangga ini tampak berbeda dari bentuk buah mangga umumnya. Kalau buah mangga biasa berbentuk lonjong atau bahkan memanjang, maka buah yang ini berbeda sekali. Bentuk buahnya bulat bahkan dapat dikatakan mirip buah jambu biji atau apel. Buah ini pun dinamakan buah mangga apel.

Memang mangga apel ini sekilas tampak buah apel kalau dilihat dari kejauhan. Akan tetapi setelah didekati baru tampak kalau kulitnya berbeda. Tampilan warnanya memang masih mirip mangga. Buah mangga apel ini berwarna hijau saat masih muda dan kemudian berubah kuning kemerahan kalau sudah matang.

Mangga apel yang mirip apel

Mangga apel yang mirip apel


Baca lebih lanjut

Musim Buah Mangga yang Mengasyikan

Bulan Oktober ini di Yogya merupakan musim buah mangga. Di mana-mana dijual buah mangga. Kalau waktu-waktu sebelumnya buah mangga hanya dijual di kios buah atau di supermarket saja, sekarang banyak sekali dijual di mana-mana.

Di beberapa tempat buah mangga dijual, termasuk di pinggir-pinggir jalan. Bahkan di jalan kecil tempat masuk ke rumah kami pun ada yang jualan. Mereka berjualan dengan menaruh buah-buah mangga itu di atas meja secara bertumpuk rapi. Jika ada pembeli maka dapat langsung memilih jenis dan buah yang diinginkan. Kemudian buah itu ditimbang dan dimasukkan ke tas plastik.

Ada juga penjual buah mangga yang dibawa berkeliling. Di rumah kami, biasanya penjual buah mangga itu menggunakan sepeda atau sepeda motor. Buah ini diletakkan di keranjang di samping belakang. Untuk keperluan menimbang, penjual juga harus selalu membawa timbangan.

Soal harga buah mangga ini relatif murah. Ada penjual yang memasang harga di tiap jenis dan tumpukan buah mangga tersebut. Kalau buah mangga yang besar biasanya lebih mahal. Harganya juga tergantung dari jenisnya.

Buah mangga yang dijual juga macam-macam sekali. Ada mangga manalagi, mangga harumanis, mangga cengir, mangga golek, dan lain-lain.

Kalau mau enak ya pilih buah yang sudah matang. Ada juga penjual yang mengatakan mangganya itu masak dari pohon, jadi bukan dari hasil diperam. Buah mangga yang ini memang biasanya enak, tapi harganya jadi lebih mahal sedikit.

Tumpukan buah mangga yang dijual bakul eceran.

Tumpukan buah mangga yang dijual bakul eceran.


Baca lebih lanjut

Rambutku Habis Diservis

Hari ini aku habis ptong rambut. Sebelumnya memang rambutku sudah panjang. Kalau sudah panjang maka dilarang di sekolahan. Di rumah pun sama ibu sudah disuruh bolak-balik untuk potong.

Jadi waktu itu diantar sama bapak pergi ke tempat potong langganan. Ternyata di sana malah tutup. Pergi ke tempat lain, ternyata ramai karena yang antre banyak. Akhirnya pindah lagi ke tempat potong rambut yang di dekat traffic light jalan Wates. Di sini karena yang potong ada tiga jadi tidak perlu lama.

Setelah giliran aku, siaplah duduk di kursi. Sama tukang potongnya ditanya mau dipotong seperti apa ? Aku jawab mau gaya mohawk. Akhirnya segera dipotong gaya itu dan setelah selesai pun rambut bagian atas berdiri tegak, hehe….

Ongkos potong di sini hanya enam ribu. Oleh bapak aku dikasih 50.000 jadi setelah dibayar aku dapat kembalian 44.000.

Rambut gaya mohawk

Rambut gaya mohawk

Baca lebih lanjut