Bermain Rebbana

Setiap hari kamis saat pulang sekolah akan ada acara ekstrakurikuler rebbana. Aku bersama teman-teman di kelas VII SMP IT Masjid Syuhada bermain rebbana yang dilaksanakan di ruang kelas sembilan.

Rebbana adalah alat musik  yang dimainkan dengan jalan dipukul menggunakan tangan. Rebbana juga bisa dipanggil Nasyid rebbana. Terus alat pukulnya bermacam-macam ada yang besar dan juga ada yg kecil. Alat nya terbuat dari kayu yang di lapis kulit sapi. Alat ini kalo dipukul akan ada suaranya. Rebbana dimainkan oleh banyak orang. Masing-masing memegang rebbana sendiri-sendiri. Karena dimainkan oleh banyak orang maka suaranya menjadi cukup keras.

Aku di grup ini kebagian alat rebbana yang besar. Kalau dipukul akan berbunyi dhung-dhung, tetapi karena ada krecekannya maka juga ada suara tambahan kricik-kricik. Saat main pertamanya masih bingung, tapi lama-kelamaan akan jadi gampang.

Bermain rebana di sekolahan

Bermain rebana di sekolahan


Baca lebih lanjut

Iklan

Sekolah Baru di SMPIT Majid Syuhada

Lulus sekolah dasar dar SDIT Nurul Islam Yogyakarta, aku melanjutkan sekolah di SMPIT Masjid Syuhada. Aku didaftarkan ibu di sana meski sebenarnya ingin di tempat lain. Di sekolah yang lama juga ada SMP yaitu SMPIT Salyo atau Sekolah Alam Yogyakarta. Namun karena alasan biar mudah berangkat dan pulang kembali bersama bapak berangkat kerja, jadi saya disarankan di sekolah yang baru ini. Sebenarnya sih sayang, karena banyak juga teman-temanku di sd yang melanjutkan di SMP Salyo.

SMPIT Masjid Syuhada sering disingkat dengan nama SMPITMS. Sekolah ini bertempat jadi satu dengan masjid Syuhada yang terkenal itu di daerah Kotabaru Yogyakarta. Jadi kalau berangkat saya dari rumah bisa langsung ikut bapak ke kantor di UGM. Kalau dari rumah bisa naik motor lewat gang kecil terus menerobos ke arah malioboro dan kemudian belok ke sekolah, jadi bisa lebih cepat. Kalau naik mobil sih mungkin malah lama karena lewat jalan godean yang penuh sesak kalau pagi.

Di depan masjid Syuhada Yogyakarta

Di depan masjid Syuhada Yogyakarta


Kalau dulu aku seminggu masuk lima hari mulai senin sampai Jumat, sekarang harus enam hari. Jadi hari sabtu masih tetap masuk sekolah. Tapi memang pulangnya siang tidak seperti dulu. Di sekolah jadinya tidak dapat makan siang.tetapi waktu masuk shalat dzuhur, kami tetap melaksanakan sholat yang dilakukan di masjid Syuhada. Baca lebih lanjut