Sekolah Baru di SMPIT Majid Syuhada

Lulus sekolah dasar dar SDIT Nurul Islam Yogyakarta, aku melanjutkan sekolah di SMPIT Masjid Syuhada. Aku didaftarkan ibu di sana meski sebenarnya ingin di tempat lain. Di sekolah yang lama juga ada SMP yaitu SMPIT Salyo atau Sekolah Alam Yogyakarta. Namun karena alasan biar mudah berangkat dan pulang kembali bersama bapak berangkat kerja, jadi saya disarankan di sekolah yang baru ini. Sebenarnya sih sayang, karena banyak juga teman-temanku di sd yang melanjutkan di SMP Salyo.

SMPIT Masjid Syuhada sering disingkat dengan nama SMPITMS. Sekolah ini bertempat jadi satu dengan masjid Syuhada yang terkenal itu di daerah Kotabaru Yogyakarta. Jadi kalau berangkat saya dari rumah bisa langsung ikut bapak ke kantor di UGM. Kalau dari rumah bisa naik motor lewat gang kecil terus menerobos ke arah malioboro dan kemudian belok ke sekolah, jadi bisa lebih cepat. Kalau naik mobil sih mungkin malah lama karena lewat jalan godean yang penuh sesak kalau pagi.

Di depan masjid Syuhada Yogyakarta

Di depan masjid Syuhada Yogyakarta


Kalau dulu aku seminggu masuk lima hari mulai senin sampai Jumat, sekarang harus enam hari. Jadi hari sabtu masih tetap masuk sekolah. Tapi memang pulangnya siang tidak seperti dulu. Di sekolah jadinya tidak dapat makan siang.tetapi waktu masuk shalat dzuhur, kami tetap melaksanakan sholat yang dilakukan di masjid Syuhada. Baca lebih lanjut

Iklan

Berkunjung ke Masjid Cheng Ho

Masjid itu adalah tempat ibadah orang Islam untuk sholat. Biasanya masjid itu bentuknya khas dengan kubah atau menara yang tinggi. Tetapi, kami baru saja pergi ke masjid yang bentuknya seperti kelenteng atau kuil orang China.

Masjid yang kami kunjungi adalah masjid Cheng Ho. Tempatnya di jalan raya Purbalingga – Bobotsari. Masjid ini didirikan oleh warga setempat yang orang keturunan China melalui perkumpulan PITI atau Persatuan Islam Tionghoa Indonesia.

Bangunan ini cukup bagus. Warna masjid ini terlihat merah menyala seperti kuil umumnya. Bagusnya juga masjid ini dipenuhi hiasan yang khas China. Di dalam masjid terasa sejuk karena atapnya tinggi dan kubahnya juga cukup besar. Tempat wudhunya juga bersih dan airnya dingin. Tempat parkirnya cukup lapang.

Bangunan masjid Cheng Ho dari arah depan.

Bangunan masjid Cheng Ho dari arah depan.


Baca lebih lanjut

Sholat Subuh di Masjid Kutoarjo

Beberapa waktu lalu kami ke Purbalingga menengok eyang. Tetapi di sana hanya menginap satu malam saja, karena keesokan harinya ibu masih harus ada acara sehingga segera kembali ke Yogya lagi. Perjalanan pulang ini dilakukan pada pagi hari sekitar jam 3 pagi dari rumah sehingga diharapkan jam 7 sudah sampai Yogya.

Aku sih begitu dibangunkan karena mau berangkat, segera pamitan ke Eyang dan keluarga di Blater. Habis itu ya masuk mobil melanjutkan acara tidur lagi. Jadi bawa bantal dan menguasai jok belakang bisa enak tidur. Kayak mbah Surip lagi ya ? Bangun lagi… tidur lagi…

Tidak terasa aku dibangunkan ibu. Ternyata sudah sampai di Kutoarjo dan waktu itu berhenti di depan masjid agung Kutoarjo. Masjid ini terletak di sebelah alun-alun kecamatan Kutoarjo.

Di depan masjid agung Kutoarjo.

Di depan masjid agung Kutoarjo.


Baca lebih lanjut

Sholat Jamaah Satu Kelas

Sekolahku setiap hari berlangsung dari pagi sampai sore hari. Jadi di sekolah kami menjumpai dua waktu sholat yaitu sholat duhur dan sholat asar. Tentu saja kami melakukannya di sekolah.

Selama ini sholat biasa dilakukan di dalam ruang kelas. Hal ini karena waktu itu sekolah belum memiliki masjid atau tempat sholat khusus. Sekarang setelah ada aula besar untuk ruangan serbaguna termasuk digunakan untuk tempat sholat, maka pelaksanaan sholat dipindah bersama di sana.

Sholat ini dilakukan secara berjamaah. Kalau sholat berjamaah pahalanya lebih banyak 27 kali sih.

Sholat ini dilaksanakan bersama setelah seluruh siswa mengambil wudlu. Anak laki-laki berada di deretan depan sesuai ketentuan. Salah seorang dari kami bergantian untuk menyerukan iqomat dan menjadi imam sholat.

Allahu akbar.

Allahu akbar.

Baca lebih lanjut

Melukis Masjid

Bulan puasa kemarin menjelang lebaran, sekolahku sudah libur. Di rumah banyak menganggur, apalagi kalau siang. Waktu luang itu biasanya hanya diisi dengan bermain komputer atau membaca majalah. Tetapi kemudian sering bosan.

Akhirnya oleh bapak aku dibelikan buku gambar besar. Syaratnya adalah harus menggambar sendiri sampai penuh dan diwarnai semuanya. Dengan menggunakan spidol warna dan pastel yang aku peroleh dari ulang tahun kemarin, maka aku mulai menggambar dan mewarnai.

Gambar pertama adalah gambar masjid. Aku mencari gambar masjid lewat internet yang bagus dan mudah dicontoh. Kalau melihat di komputer agak susah, akhirnya gambar itu diprint dulu baru aku contoh. Pertama kali aku gambar dengan pensil dan setelah bagus baru ditebalkan dengan spidol hitam. Setelah itu baru aku warnai sampai penuh. Inilah hasilnya….

Lukisan masjid besar oleh Ian, September 2010.

Baca lebih lanjut