Berwisata di Pantai Poktunggal-2

Setelah membatalkan kunjungan di Indrayanti, kami segera pindah ke pantai Poktunggal. Saat sampai di poktunggal, kami segera memarkir mobil. Aku melihat pantai poktunggal ini cukup bagus dan bersih. Bahkan mungkin menurutku lebih bagus pantai Poktunggal ini daripada pantai Indrayanti. Di sana pasirnya juga putih dan bersih. Kami juga menyewa paying dan tikar.

Senang sekali kami di sana, langsung saja aku bermain air sama Rafi, Firman, Abror, dan Alwan. Pantainya datar jadi kami boleh bermain masuk ke laut. Tapi harus selalu berhati-hati karena ombaknya juga besar. Aku bermain ombak ini ikut menghanyutkan ke tepi. Tidak sengaja airnya masuk mulut yang teryata asin…. Banget ! Kalau kena mata ternyata juga bikin perih. Bahkan kalau sampai tertelah masuk ke mulut bisa muntah.

Aku senang bermain di sini karena air lautnya sangat jernih. Saat sampai sana hampir jam 10 siang, lama kelamaan ombak semakin besar jadi semakin enak untuk bermain-main ombak di tepian laut itu. Kami lempar-lemparan bola plastik untuk kemudian dikejar kembali di atas air.

Bermain air di pantai Poktunggal

Bermain air di pantai Poktunggal


Baca lebih lanjut

Iklan

Sekolah Baru di SMPIT Majid Syuhada

Lulus sekolah dasar dar SDIT Nurul Islam Yogyakarta, aku melanjutkan sekolah di SMPIT Masjid Syuhada. Aku didaftarkan ibu di sana meski sebenarnya ingin di tempat lain. Di sekolah yang lama juga ada SMP yaitu SMPIT Salyo atau Sekolah Alam Yogyakarta. Namun karena alasan biar mudah berangkat dan pulang kembali bersama bapak berangkat kerja, jadi saya disarankan di sekolah yang baru ini. Sebenarnya sih sayang, karena banyak juga teman-temanku di sd yang melanjutkan di SMP Salyo.

SMPIT Masjid Syuhada sering disingkat dengan nama SMPITMS. Sekolah ini bertempat jadi satu dengan masjid Syuhada yang terkenal itu di daerah Kotabaru Yogyakarta. Jadi kalau berangkat saya dari rumah bisa langsung ikut bapak ke kantor di UGM. Kalau dari rumah bisa naik motor lewat gang kecil terus menerobos ke arah malioboro dan kemudian belok ke sekolah, jadi bisa lebih cepat. Kalau naik mobil sih mungkin malah lama karena lewat jalan godean yang penuh sesak kalau pagi.

Di depan masjid Syuhada Yogyakarta

Di depan masjid Syuhada Yogyakarta


Kalau dulu aku seminggu masuk lima hari mulai senin sampai Jumat, sekarang harus enam hari. Jadi hari sabtu masih tetap masuk sekolah. Tapi memang pulangnya siang tidak seperti dulu. Di sekolah jadinya tidak dapat makan siang.tetapi waktu masuk shalat dzuhur, kami tetap melaksanakan sholat yang dilakukan di masjid Syuhada. Baca lebih lanjut

Mengunjungi Museum Bahari Yogyakarta

Setelah berkunjung ke museum Sasmitaloka dan museum Biologi, perjalanan masih diteruskan. Kali ini langsung menuju ke museum Bahari. Museum ini terletak di daerah Wirobrajan, jadi sudah dekat ke arah rumah kami.

Museum Bahari merupakan museum yang memiliki koleksi terkait dengan Angkatan Laut Republik Indonesia. Agak lucu juga sih, karena Yogya kan bukan kota di tepi laut tetapi malah memiliki museum tentang kelautan.

Museum ini didirikan pada tahun 2009.  Jadi bangunan yang digunakan juga bangunan berbentuk baru bukan bangunan kuno. Masih bagus dan bertingkat dua. Di belakangnya malah digunakan untuk hotel.

Di salah sudut museum bahari Yogyakarta

Di salah sudut museum bahari Yogyakarta


Baca lebih lanjut

Menengok Museum Sasmitaloka – Jenderal Soedirman

Jenderal Soedirman adalah salah satu pahlawan kemerdekaan Indonesia. Beliau merupakan pemimpin perang gerilya yang berusaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari serangan penjajah Belanda. Jenderal Soedirman ini diabadikan di Purbalingga yang merupakan tanah kelahiran beliau dalam bentuk museum kelahiran Jenderal Soedirman. Lokasinya adalah di Rembang, kabupaten Purbalingga. Aku juga pernah ke sana dulu. Kalau di Yogyakarta, ada juga museum untuk menghormati beliau yaitu museum Sasmitaloka yang bertempat di jalan Bintaran, Yogyakarta.

Kami pernah berkunjung ke sana sewaktu liburan semester saat SD dulu. Kami bertiga dengan bapak dan Firman sepupuku, dengan mengendarai motor. Setelah masuk ke halaman gedung yang cukup asri dan memarkiri motor, kami menuju ke tempat penjagaan. Di sana, kami mengisi nama dan alamat di buku tamu. Pengunjung dikenakan biaya secara sukarela. Setelah itu kami ditunjukkan rute masuk untuk melihat koleksi museum yang ada.

Museum ini tadinya merupakan rumah kediaman Jenderal Soedriman sewaktu jaman perang. Saat ini di halaman depat dihiasi patung beliau yang sedang naik kuda. Gagah sekali lho dan kami sempat berfoto di bawah patung ini.

Berfoto di depan patung dada jenderal Soedirman

Berfoto di depan patung dada jenderal Soedirman


Baca lebih lanjut

Satu Hari Tiga Museum

Ada peribahasa sekali dayung tiga pulau terlampaui. Artinya dalam melakukan satu kali kegiatan tetapi dapat menghasilkan beberapa hasil yang diinginkan. Mirip dengan arti peribahasa tersebut kami pernah melakukannya. Sekali bepergian dalam satu hari, kami dapat mengunjungi tiga buah museum di kota Yogya secara sekaligus.

Ceritanya terjadi pada waktu liburan semester saat masih kelas 6 SD dulu. Waktu itu sepupu saya Firman sedang menginap di rumahku. Pagi hari hanya bermain game di komputer. Kemudian sekitar jam 10an, bapak mengajak kami keluar. Dengan mengendarai motor kami berboncengan bertiga. Ternyata oleh bapak diajak untuk melihat museum-musem yang ada di kota kami.

Museum yang pertama kal dikunjungi adalah museum perjuangan Jenderal Soedirman. Museum ini terletak di jalan Bintaran Yogyakarta. Lokasi musium ini menempati rumah dinas beliau sewaktu jadi pimpinan tentara nasional indonesia saat jaman kemerdekaan. Cerita lengkapnya dapat dibaca di sini.

Patung Jenderal Soedirman di museum Sasmitaloka Yogyakarta

Patung Jenderal Soedirman di museum Sasmitaloka Yogyakarta

Baca lebih lanjut

Outing – Ikut Sidang DPRD

Kegiatan outing dilanjutkan dengan mengunjungi gedung DPRD Propinsi DIY. Kantornya ini terletak di jalan Malioboro depan kantornya budheku.

Di sini kami dapat masuk ke komplek gedung yang besar dan bagus. Kami harus antri dan mengisi buku tamu. Setelah itu dipersilakan masuk ke ruang sidang.

Kami duduk di ruang sidang dan dijelaskan tentang susunan pemerintahan kayak di pelajaran IPS. Sehabis itu diperbolehkan untuk duduk dan berpura-pura mengikuti sidang DPRD. Ada temanku yang menjadi gubernur dan wakil gubernur DIY, ada yang menjadi pimpinan sidang, ada yang menjadi anggota. Wah senang sekali.

Berbaris rapi memasuki gedung DPRD Propinsi DIY.

Berbaris rapi memasuki gedung DPRD Propinsi DIY.

Baca lebih lanjut

Grafitti Buatanku

Aku sukanya bikin Grafiti monster yang bagus. Grafiti adalah tulisan yang berbentuk gambar dan susah untuk bisa dibaca siapapun. Tapi ada juga orang yang bisa dibaca kayak aku.

Aku juga bisa baca tulisan punya Grafiti temanku. Temanku bisa membaca Grafiti punyaku juga.

Mbak Ninna bisa menulis dan menggambar Grafiti kayak aku. Kakakku juga suka menggambar grafiti dengan menggunakan pensil atau spidol. Bagus gambar-gambarnya. Aku jadi kepengin bisa bagus juga.

Ini satu contoh grafitiku. Coba tebak tulisan apa ini ?

Grafiti karyaku...

Grafiti karyaku...

 

Rabow Logo

Blangkon Yogya dan Blangkon Solo

Sewaktu pergi ke komplek makam raja-raja Mataram di Imogiri, tahun 2009 dulu aku punya pengalaman menarik. Hal ini terkait dengan bentuk blangkon yakni penutup kepala laki-laki orang Jawa. Waktu itu habis menemani bapak mengantar temannya berwisata spiritual ke komplek makam raja-raja mataram di Imogiri (baca tulisan ini). Saat pulang teman bapak tertarik untuk membeli blangkon di kios souvenir di dekat jalan ke arah makam itu.

Temannya bapak sedang mencoba blangkon di Imogiri.

Ternyata untuk blangkon Jawa ini ada perbedaan. Untuk bagian belakang kalau diamati ada dua jenis. Yakni ada yang bertelur dan ada yang tidak. Sebenarnya bukan telur sih tapi isi dari kayu yang membulat dan ditutup kain pelapis. Hanya karena bentuknya bulat maka blangkon ini lebih dikenal sebagai blangkon bertelur. Baca lebih lanjut